Tips Agar Kandungan Ibu Hamil Tetap Sehat di Tengah Pandemi

Tips Agar Kandungan Ibu Hamil Tetap Sehat di Tengah Pandemi

Era pandemi Covid-19 memicu semua akses terbatas, termasuk bagi para ibu hamil. Mereka kuatir pergi ke tempat tinggal sakit untuk cek kandungan, lebih-lebih persoalan tengah tinggi.

Padahal seribu hari pertama kelahiran, mutlak untuk tumbuh kembang anak. Yaitu sejak usia nol kehamilan sampai anak berusia 2 tahun.

Menyikapi tetap rendahnya kesadaran ibu hamil di Indonesia dapat asupan gizi sepanjang masa kehamilan, Global Alliance For Improved Nutrition (GAIN) melalui program kerjasama perbaikan gizi penduduk Kementerian Kesehatan dan PT Agate International (AGATE) dan SALIENT dengan aplikasi game interaktif bernama KIMO, mengedukasi kesadaran sekaligus menstimulasi perubahan prilaku hidup sehat calon ibu sehingga lebih perhatikan asupan gizi dan kebugaran sepanjang masa kehamilan. Sehingga memotivasi ibu hamil untuk melaksanakan normalitas hidup sehat yang baru Perlu Dilakukan oleh Ibu Hamil .

“Para calon ibu didorong tingkatkan kesadaran diri dapat pentingnya pola hidup sehat dan perhatikan asupan gizi demi si buah hati,” kata Produser KIMO, Tedy Ardyan, secara daring baru-baru ini.

Dengan begitu, pada calon ibu bisa menekuni kehamilan dengan sehat dan bahagia. Adapun ibu dengan anak bisa mengasuh anak dengan baik. “Era pandemi ini tak membatasi Info bagi para bumil. Banyak langkah melalui aplikasi teknologi,” katanya.

Data berasal dari WHO menyatakan bahwa, di Indonesia, sebanyak 177 orang ibu mengalami risiko kematian berasal dari 100.000 kelahiran pada tahun 2017. Sementara pada tahun 2015, sebanyak 13,2 prosen bayi dilahirkan di dalam keadaan meninggal pada tiap 1.000 kelahiran.

Data yang sama menyebutkan bahwa pada 2018, 12,7 prosen berasal dari 1.000 bayi yang lahir meninggal di dalam masa neonatus atau neonatal. Adapun angka kematian balita pada tahun 2018 tercatat sebesar 25 prosen per 1.000 kelahiran.

Acting Country Representative berasal dari GAIN di Indonesia, dr. Agnes Mallipu, menyebutkan masa kehamilan sampai dengan anak berusia dua tahun merupakan periode yang terlalu perlu perhatian spesifik di dalam rangka tumbuh kembang anak. Sayangnya, tetap banyak calon ibu yang tidak cukup mengetahui perihal tersebut klinik kehamilan jakarta dan bekasi .

“Banyak yang tidak mengetahui bahwa masa kehamilan sampai dengan anak berusia dua tahun atau 1.000 hari pertama kehidupan adalah periode yang terlalu mutlak di dalam tumbuh kembang anak,” kata Agnes.

Pemberlakuan protokol kebugaran pada masa pandemi Covid-19 memicu lebih dari satu kesibukan edukatif-interaktif untuk ibu hamil dan ibu dengan anak bawah dua tahun (BADUTA) layaknya modul Emo Demo di Posyandu tidak bisa dijalankan secara tatap muka. Maka para bumil mesti senantiasa mendapatkan Info sehingga senantiasa memelihara kesehatan.

“Bumil mesti senantiasa konsumsi makanan bergizi sepanjang masa kehamilan, khususnya di masa pandemi ini,” mengetahui Agnes.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *